Tuesday, January 31, 2012

Crazy Things

People can always make crazy things, me too.
But not this one, it's too crazy for me!

Friday, January 13, 2012

Tolong !!

Sebenarnya, setiap orang pasti butuh pertolongan. Mulai dari bayi merah, anak-anak, hingga orang dewasa seperti saya. Tapi ini saya yang ingin berteriak!

Sekitar dua atau tiga hari yang lalu, anak-anak saya di sekolah, menceritakan tentang boy band anak-anak (Ehm, cocok gak ya? Pokoknya mah, anak-anak yang nyanyi berkelompok) dan menyodorkan video klipnya. Seperti kita tau, sekarang ini lagi heboh-hebohnya boy band. Saya penasaran, ini boyband anak-anak, lagunya kayak apa?

Dalam bayangan saya, mereka ini akan serupa dengan Trio Kwek Kwek, Bondan (Si Lumba-Lumba), Agnes (Bala-Bala) atau Eza dan Agnes (Yes!). Yah, pokoknya, anak-anak yang menyanyikan lagu anak-anak juga. Tapi ternyata, bukan loh! Lagu dan video klipnya tidak berbeda dengan lagu orang dewasa yang kasmaran. Pantas saja ya, anak-anak sekarang menjadi dewasa sebelum waktunya.

Okelah, kalau anak-anak mendengarkan lagu orang dewasa, setidaknya bisa diarahkan bahwa itu hanya untuk orang dewasa. Anak-anak belum waktunya. Jika mereka dewasa nanti, baru boleh. Tapi ini, lagu orang dewasa, dinyanyikan anak-anak, tentunya persepsi anak-anak juga akan berubah kan?

Buat saya, anak-anak punya masanya sendiri untuk menjadi anak-anak dan satu saat nanti, insya Allah akan menikmati rasanya menjadi orang dewasa. Tidak perlu dibolak balik, karena tidak ada gunanya. Hormat dan salut saya pada pencipta lagu anak-anak yang konsisten dalam berkarya. Semoga rezekinya senantiasa berkah. Amiin.

Thursday, January 12, 2012

Here is My Obsession

Listening instensively to the Depapepe's music make me thinking to have another obsession as a guitarist or at least learning how to play it well. Since, I only knew how to play "Manuk Dadali" in an emergency situation. I learned how to play it from zero for about one and a half weeks before the performance in front of my art teacher when I was in high school. What a moment!

I think, I am kind of talented. Well, let's see ;)

More info about them, you can find here and there.

Nice music makes me younger and happier, surely :)

Oh yeah, you are listening to them now, here, in my blog!

Wednesday, January 11, 2012

Let's Eat!

Mari makan!
Semua orang suka makan, betul? Namun sebenarnya, sebagai agama yang syamil (sempurna), Islam mengatur tata cara makan agar makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh kita akan membawa manfaat dan kebaikan.
  • duduklah dengan tenang dan tidak bersandar.
  • makanlah dengan diawali basmalah dan berdoa.
  • jika mengambil makanan, ambillah dari pinggir.
  • ambillah makanan yang terdekat supaya lebih mudah.
  • usahakan makan makanan yang bergizi baik, berjumlah cukup.
  • tidak berbicara ketika ada makanan di dalam mulut, supaya tidak tersedak.
Mungkin ada lagi yang lain berkaitan dengan makan, tentang bagaimana menyertakan seluruh makanan dengan zat gizi yang bervariasi. Misalnya, protein tidak dicampur dengan protein lainnya.
Baiklah, sekian postingan ini. Mudah-mudahan bermanfaat...:)
Sekarang, mari makan!

Monday, January 9, 2012

Oleh-Oleh Lokakarya

Liburan kemarin saya ikutan lokakarya di Jakarta tentang Pendidikan Inklusif. Apa itu pendidikan inklusif? Artinya, sistem pendidikan yang mengakomodasi semua potensi peserta didik. Biasanya, ditandai dengan adanya siswa berkebutuhan khusus di dalamnya, tapi sebenarnya tidak selalu juga.

Ada tujuh narasumber yang super di dalamnya. Saya tidak perlu menyebutkan namanya satu persatu ya, disini saya hanya akan sharing oleh-olehnya, tidak perlu disebutkan pemberi oleh-olehnya. Mudah-mudahan bermanfaat terutama untuk para orang tua.
  1. Setiap anak itu unik. Jadi pembanding setiap anak ya, sebaiknya dirinya sendiri, bukan temannya, kakak atau adiknya, apalagi orang tua dan gurunya. Ini mah udah beda zaman tentunya.
  2. Potensi anak yang berbeda-beda, perlu disikapi dengan bervariasi pula. Misalnya, anak yang hobi berlarian kesana kemari dengan yang suka berbicara disikapi dengan berbeda pula. Ini artinya, mereka punya jenis kecerdasan yang berbeda. 
  3. Jika respon anak terhadap sesuatu salah, maka yang perlu dilihat adalah yang memberi stimulus. Apakah stimulusnya sudah tepat? Biasanya anak hanya akan bereaksi sesuai stimulus awal yang telah dipersepsinya.
  4. Hargai anak, sekecil apapun prestasi yang dibuatnya. Ketika seorang anak membantu ibunya mencuci piring dan hasilnya sebutlah kurang bersih, pujilah dulu, baru beritahukan kekurangannya. “Wah, rajinnya Adek, bantu ibu. Nih, nanti kalo masih ada sabunnya, dikasih air lagi ya…”
  5. Perhatian dan kasih sayang orang tua berperan sangat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Klise ya? Tapi praktiknya tidak mudah. Banyak anak yang merasa lebih dekat dengan pekerja rumah tangganya dibandingkan dengan ibu atau bapaknya sendiri. Ditinggal dua hari sama mbaknya kelimpungan, padahal ditinggal orang tuanya berminggu2, biasa saja.
  6. Dengarkan anak. Saya punya siswa yang senang sekali bercerita pada teman dan gurunya (termasuk saya), namun tidak pernah bercerita sedikit pun pada orang tuanya di rumah. Selidik punya selidik, ternyata, ya itu, anak ini merasa tidak didengar ketika berbicara dengan orang tuanya. 
Sebenarnya, semua hal yang kurang dari orang tua, tidak sengaja pastinya ya, yang namanya orang tua kan sebenarnya selalu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Mulai sekarang, ada baiknya, sebagai orang tua belajar dari anak-anak. 


Saturday, January 7, 2012

Membuat SIM Kini Lebih Baik

Sesuai dengan slogan yang sering kali kita baca atau dengar,
'Anda puas, beritahukan pada saudara, keluarga teman, jika Anda tidak puas, maka beritahu kami,'
maka saya pun menulis dan membuat postingan ini. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi bagi yang belum mantap hatinya untuk mengurus permohonan Surat Ijin Mengemudi alias SIM

Pagi tadi, saya berencana memperpanjang  SIM C saya yang bulan depan akan kadaluwarsa di Polres. Berdasarkan berbagai narasumber dan pengalaman saya membuat SIM sebelumnya, maka saya berangkat dari rumah sekitar jam setengah sembilan, supaya tidak kesiangan (gak penting ya, hehe). Sebagai info, untuk urusan per-SIM-an ini, hari Sabtu Polres buka hingga jam 12 siang. Berikut adalah proses untuk perpanjangan SIM :
  1. Pemeriksaan kesehatan. Menyerahkan fotokopi KTP dan SIM asli saya ke petugas klinik. Biaya Rp. 30.000 dan saya pun memperoleh surat keterangan sehat sebagai pengantar ke loket pendaftaran. 
  2. Kembali ke loket pendaftaran. Semua berkas (pengantar sehat, fotokopi KTP, dan SIM asli) yang diberikan petugas klinik diserahkan ke pak polisi petugas pendaftaran. Menunggu sebentar, nanti pak petugas akan memberikan map pendaftaran. Disini tidak membayar. 
  3. Di kantor BRI yang ada di lingkungan Polres, serahkan map yang diberikan di loket pendaftaran, tunggu dipanggil, barulah disini saya diminta membayar sebesar Rp. 75.000 ke kasir BRI.
  4. Berikutnya, saya mengisi formulir permohonan SIM yang sedari tadi sudah ada di dalam map.
  5. Setelah diisi, map beserta seluruh isinya diserahkan ke petugas di Ruang Foto SIM.
  6. Tunggu giliran foto dan ketika selesai difoto, dipersilakan menunggu lagi.
  7. Dipanggil petugas dan SIM baru diserahkan pada saya dengan wajah saya di SIM.
Bagi pemohon SIM baru, maka akan ada tes tulis dan praktik. Jika lulus, maka dilanjutkan dengan foto SIM. Bagaimana dengan yang belum lulus? Disinilah yang membuat saya benar-benar takjub! Uang yang dibayarkan sebelumnya, dapat ditarik kembali. Jadi tidak perlu khawatir akan rugi secara materi, ya kalau waktu sih udah pasti ya...
Oh ya, biaya untuk membuat SIM C baru adalah Rp. 100.000 dan selainnya Rp. 120.000.

Buat saya, ini adalah satu langkah menuju kebaikan yang dilakukan institusi kepolisian. Masih banyak PR yang menunggu tentunya.
Mari, kita sebagai warga negara membantu bapak-bapak polisi! Jika kita apatis, maka tentu tidak akan mengubah apapun, tapi jika kita peduli, setidaknya kita berbuat sesuatu untuk menolong diri kita sendiri. Harapan itu masih ada. Saya percaya, kamu juga kan?