Wednesday, March 30, 2011

Teruntuk, Para Perokok di Indonesia

Malam-malam gini nulis blog, nggak penting banget sebenernya, toh gak ada yang suka baca juga nih blog. Hehehe. Emang niatnya ngeblog juga biar bisa nulis tulisan gak jelas dan gak ada yang baca sih, hitung-hitung belajar ngetik jugalah =) Gak penting tambah nih postingan. Pake bahasa Indonesia tercinta juga, biar bisa bebas berekspresi.
Beberapa menit yang lalu, saya nemuin blog orang (namanya gak usah disebutlah, malu!). Nah, saya baca-baca tuh postingannya, lucu-lucu beneran! Saya sampe ngakak ngekek sendiri malam-malam gini. Kagum juga sama orang yang bisa nulis sebebas dan selepas itu. Tadinya mau dilink ke blog ini, tapi salah satu postingannya tentang fakta-fakta rokok (yang intinya ngebagus-bagusin rokok), jadi batal a.k.a gak jadi, alias ogah! Sejujur-jujurnya, saya sebel banget sama benda satu itu dan penghisapnya yang sering kali seenaknya bas bus bas bus di udara bebas dimana banyak orang non-smoker yang pastinya bakal sangt terganggu dengan asap rokok. Apalagi kakak sama adik saya juga perokok, wuah sebel bin muring-muring kalo mereka ngerokok deket-deket saya.
Saya sebenernya gak keberatan sama perokok atau rokoknya. Urusan merekalah, mau sakit kek, cepet tua kek, bokek kek karena ngerokok. Gak nguruslah, tapi coba deh tuh para perokok yang budiman dan pakdiman, pengertian gitu, kalo ngerokok, cari tempat yang gak ganggu orang lain. Lalu, kalo udah abis rokoknya, buang ke tempat sampah gitu, jangan asal lempar (kadang masih nyala pula) atau main injek trus ditinggal aja gitu! Hal kayak gitu tuh yang bikin kesel!

I Feel So Blessed

Yesterday, I went to special school for disabled students. I was there to meet one of the teacher to talk about one of my low vision student that needs to be trained to use braille letters. Then I found something more than just the talk. Below is braille writings. I don't know how to read it yet :). But anyway, I feel blessed for who I am now and yesterday was my outstanding experience.
Braille instruments




Table tennis for the blinds

Chess for the blinds

Tuesday, March 22, 2011

Hemmm

Two days ago, I was so surprised and upset about how people can be so irresponsible to things that they have to be responsible of and it influence other people's life. It's astonishing that the way people think is actually not the same as me (well, no one, right?). But, since we have the same occupation, I think they will be more responsible to something they should. I don't have educational background as them yet , but why then they do such things that show how they don't deserve to be.

I think nobody choose to be irresponsible person consciously, but what we or they do shows certainly what we have chosen in our life. Sometimes it's bothering me a lot, but what can I do?

Wednesday, March 16, 2011

Nobar

Kemarin, saya dan teman-teman sekolah nonton film Indonesia, "Rindu Purnama" memanfaatkan voucher karena kami buka tabungan di satu bank syariah yang jadi sponsor film tersebut. Gratisan istilahnya (hehe). Sebelumnya saya sudah baca sinopsis film itu di internet (lupa blognya siapa, gitu). Waktu baca sinopsisnya, saya sudah bisa membayangkan ceritanya akan seperti apa (maklum, saya termasuk pecinta film).

Waktu masuk studio, film sudah diputar sekitar 5 menitan. Jadi studio sudah gelap (info nggak penting, hehe).

Menurut saya, film berdurasi sekitar 1 jam 40 menitan itu, tergolong film bagus (dibandingkan film-film yang bernuansa horor, mesum, atau horor mesum, sigh!). Ide ceritanya menarik, pokoknya, saat ini termasuk film yang direkomendasikan untuk ditonton bersama seluruh anggota keluarga. Sayangnya ada beberapa penyampaian cerita yang  kurang sesuai, misalnya, di rumah seorang bujangan workaholic, yang (pastinya) tidak ada anak kecil, kok ada banyak boneka dan mainan anak-anak? Untuk sutradara dan jajarannya, jadikan ini sebagai masukan dari penonton ya, supaya film-film yang akan datang akan jadi jauh lebih baik.

Tapi, bagaimana pun juga, film ini LEBIH BAIK ditonton daripada film yang tidak mendidik tadi. Senang rasanya ada orang-orang yang masih peduli dengan moral bangsa ini (terutama anak-anak).

Ditunggu film-film bermutu lainnya...
STOP produksi film-film tidak bermutu.

Monday, March 14, 2011

Huge Earthquake and Tsunami

I've heard about the disaster in Japan on Friday, 11 March 2011, there were huge earthquake with tsunami following.
In glance, I remember about the same thing happened in my country. It was 26 December 2004 in Aceh. There are many people died and missed. Until now, the region is still recovering.
There is a statement that what has happened in Aceh is a 100 years cycle, but no one can predict nor stop what Allah has turn to happen. It happenned again in Japan only few years later. Even though Japanese are being taught to be aware of disasters, but still many people died and missed in the disaster.
I think what we have to do now, is pray for people in the disaster area and take every useful lessons for ourselves. Remember, everything happen for reasons. 
There are prediction that it also runs to Indonesia. I'm hoping so very much that everything will be fine.

Friday, March 11, 2011

Mobil Mewah Sang Wakil Rakyat

Kemarin sore saya lihat berita di satu televisi swasta. Beritanya biasa aja, tentang mobil mewah wakil rakyat. 
Biasa? Ya iyalah, apa sih yang luar biasa di negeri ini? Segala hal pernah terjadi, disorot mati-matian oleh media, lalu hilang begitu saja. Entah bagaimana penyelesaiannya. 

Apa definisi wakil rakyat? Dari wikipedia bahasa Melayu, saya menemukan definisi ini:

Wakil rakyat adalah seorang yang dipilih dalam pilihan raya (Pemilu) untuk menjadi wakil penduduk di kawasan pilihan rayanya (constituency). Mereka mempunyai tanggungjawab yang penting iaitu untuk menyuarakan masalah masyarakat di kawasan yang mereka wakili.

Tapi yang membuat miris adalah, wakil-wakil rakyat yang kita pilih itu ketika diminta pendapat tentang mobil mewah dengan harga "wah" (baca:hingga satu miliar lebih) yang dimiliki wakil rakyat, menjawab dengan jawaban yang "nggak banget deh" buat seorang wakil rakyat.
 "...tidak apa, yang penting kan bisa kebeli..." 
(saya) gubrak! (kalo beras kebeli gak ya, sama rakyat?)
"Kan ada fasilitas kredit."
(saya) gedubrak! (kalo bayar sekolah bisa dikredit gak?)
"...wajar, kalau anggota dewan (baca: wakil rakyat) memiliki mobil seperti itu..."
(saya) errrghh! (Wajar nggak, kalo banyak rakyat kelaparan?)
antri minyak tanah

Kebayang kan, kalau wakil rakyat yang seharusnya ada di barisan terdepan memperjuangkan hak rakyat dan berempati terhadap penderitaan rakyat, justru bersikap seperti itu. Lalu, kita harus mengadu pada siapa lagi?


Rakyat yang semakin miskin hanya disanjung dan dielu-elukan ketika musim kampanye. Setelah itu, "terserah mereka". How poor we are...


Jelaslah kita telah salah pilih, mungkin kita dulu terlalu polos dan percaya pada kata-kata mereka dalam kampanye? Atau dulu mereka yang terlalu polos dan menjanjikan beragam kebaikan pada kita? Mereka belum tahu kalau ternyata duduk di kursi empuk itu luar biasa enak dan melenakan. Entahlah.
Semoga rakyat negeri ini cukup tangguh untuk menghadapi kehidupan dan kesengsaraan. Berdampingan dengan mobil mewah wakil rakyat yang melintas di depan hidung mereka.



rumah kecil, rakyat kecil
mencari sesuap nasi dari tumpukan sampah?




*Semua gambar diambil dari "Penelusuran Google"

Thursday, March 10, 2011

Useless things

It's obvious that when I do useless thing(s). I will regret it. Yup! I have been doing useless thing without conscious. I was consider it as a mean to improve my skills, but last night I realize that it has nothing to do with improving skills. I decided to quit doing such thing anymore. No not anymore. It's over, moreover there are many other means for me to improve my skills. Enough is enough! There are many useful things I can do. Like...start a brand new brighter sun in my days :)