Banjir bandang di Wasior, Papua...
Gunung Merapi yang indah, meletus dan memuntahkan awan panas...
Pulau Mentawai yang terkenal di mancanegara sebagai salah satu tempat untuk surfing, terhantam gempa 7,2 SR dan diikuti tsunami...
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...
Sungguh semua hanya milik-Nya dan akan kembali pada-Nya.
Ujian adalah untuk peningkatan kualitas keimanan.
Sayangilah yang di bumi, maka yang di langit pun akan senantiasa menyayangi kita.
Semoga saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang ditimpa musibah, diberi kekuatan dan kesabaran untuk menjalaninya.
Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati
Air matanya berlinang, emas intan yang terkenang
Hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan
Kini ibu sedang lara merintih dan berdoa
Sunday, October 31, 2010
Sunday, October 24, 2010
Mungkinkah?
Langit semakin kelam
bintang tak juga nampak
pun bulan yang biasanya ramah
aku hanya bisa menunggu,
karena toh, dulu aku tak mengacuhkannya.
Jika kini aku merindukannya,
karena ternyata, tanpanya langit tak seindah biasanya.
Tak akan pernah seindah biasanya...
Mungkinkah ada pengganti?
bintang tak juga nampak
pun bulan yang biasanya ramah
aku hanya bisa menunggu,
karena toh, dulu aku tak mengacuhkannya.
Jika kini aku merindukannya,
karena ternyata, tanpanya langit tak seindah biasanya.
Tak akan pernah seindah biasanya...
Mungkinkah ada pengganti?
Sunday, October 10, 2010
Menuntut Ilmu
Kemarin saya tulis status FB yang lumayan serius dan sudah ada di otak dalam waktu yang lama. Status saya pun diberi jempol dan dikomentari oleh beberapa teman. Berpikir sangat dalam sejak menjadi mahasiswa di Universitas Terbuka, bahkan jauh sebelum itu.
Dulu itu pernah nonton Oprah Winfrey Show. Seperti biasanya, ada berbagai kisah mengisnpirasi. Ceritanya begini, di Amerika sono, ada seorang wanita (lupa namaya, kulit hitam aja..) yang sewaktu muda tidak sempat bersekolah tinggi karena keburu menikah dan harus mengurus anak dan suaminya, yaa samalah dengan sebagian orang Indonesia. Ketika anak-anaknya sudah cukup besar, dia memutuskan untuk kuliah perawat. Melalui berbagai kesulitan, akhirnya dia berhasil lulus dengan nilai sangat baik. Hebat ya...
Cerita nenek yang sangat bersemangat belajar itu, juga ada dalam kehidupan saya sehari-hari. Teman-teman saya di UT juga banyak yang sudah tua, sudah menjadi guru lebih dari 10 tahun, namun tetap ingin kuliah, karena tahu hanya dengan mengisi diri dengan ilmu pengetahuan, diri tidak akan pernah kosong.
Menurut sebuah hadits, "Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat".
Mereka adalah orang-orang yang menginspirasi saya untuk mengapresiasi diri sendiri dengan menuntut ilmu.
Dulu itu pernah nonton Oprah Winfrey Show. Seperti biasanya, ada berbagai kisah mengisnpirasi. Ceritanya begini, di Amerika sono, ada seorang wanita (lupa namaya, kulit hitam aja..) yang sewaktu muda tidak sempat bersekolah tinggi karena keburu menikah dan harus mengurus anak dan suaminya, yaa samalah dengan sebagian orang Indonesia. Ketika anak-anaknya sudah cukup besar, dia memutuskan untuk kuliah perawat. Melalui berbagai kesulitan, akhirnya dia berhasil lulus dengan nilai sangat baik. Hebat ya...
Tidak berhenti disitu, setelah sekian lama menjadi perawat, kemudian dia berpikir untuk kuliah lagi dan ingin menjadi seorang dokter. Bayangkan! Saat itu dia sudah memiliki seorang cucu, berarti dia sudah jadi nenek. Kuliahlah dia untuk menjadi dokter di universitas terkemuka disana. Pada usia hampir 70 tahun,tamatlah studinya dan otomatis menjadi seorang dokter. Namun, sebagai orang biasa dengan penghasilan biasa juga. Bersamaan dengan kelulusannya, dia menanggung hutang selama studinya, ribuan dollar kalo gak salah. Wajar sih, dimana-mana sekolah kedokteran emang mahal.
Dengan berlinang air mata, kadang berganti senyum kepuasan, nenek itu menceritakan kisahnya, termasuk kegalauannya terhadap hutang yang sangat banyak dan dia tidak punya ide bagaimana membayarnya. Di akhir acara, Oprah yang selalu baik hati, membayar seluruh hutangnya, dan dia kembali menangis.
Cerita nenek yang sangat bersemangat belajar itu, juga ada dalam kehidupan saya sehari-hari. Teman-teman saya di UT juga banyak yang sudah tua, sudah menjadi guru lebih dari 10 tahun, namun tetap ingin kuliah, karena tahu hanya dengan mengisi diri dengan ilmu pengetahuan, diri tidak akan pernah kosong.
Menurut sebuah hadits, "Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat".
Mereka adalah orang-orang yang menginspirasi saya untuk mengapresiasi diri sendiri dengan menuntut ilmu.
Thursday, September 30, 2010
Sometimes
Sometimes it comes suddenly
It's just come without conscience
Sometimes just wanna put it off instantly
but it just won't get off
In so many times,
only time can heal every pain
Thursday, September 9, 2010
Braille
Allah Yang Maha Sempurna menciptakan manusia sempurna dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jika ada candaan seperti ini, "Kamu itu cuma punya satu kekurangan, yaitu gak punya kelebihan," maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang candaan itu, hehe... karena ya itu tadi, semua orang pasti punya kelebihan. Hanya saja mungkin belum tergali dengan optimal, sehingga kelebihannya itu belum tampak (bukan tidak ya...). Adapun dalam kekurangan itu, Allah memberikan penawarnya dan melebihkan orang tersebut dengan kelebihan yang lain. Nah, ini salah satu bukti dari sekian banyak bukti yang terlihat.
Huruf braille adalah huruf yang digunakan oleh saudara-saudara kita yang memiliki kekurangan dalam penglihatannya atau biasa disebut tuna netra, terutama mereka yang total blind. Kekurangan mereka dalam penglihatan diganti Allah dengan kepekaan indra peraba (ini baru salah satunya) untuk mengidentifikasi titik-titik di huruf braille. Begitu saya melihat contoh huruf braille di wikipedia, saya agak 'ngeper' juga, mirip-mirip kartu domino, tapi banyak sekali kode titik yang harus diingat oleh mereka, subhanallah...
Louis Braille adalah orang pertama yang membuat huruf braille ketika berusia 15 tahun dan menyesuaikan garis menjadi titik, kemudian pada tahun 1834, sistem tulisan Braille mencapai taraf kesempurnaannya. Satuan dasar dari sistem tulisan ini disebut sel Braille, di mana tiap sel terdiri dari enam titik timbul; tiga baris dengan dua titik. Keenam titik tersebut dapat disusun sedemikian rupa hingga menciptakan 64 macam kombinasi. Huruf Braille dibaca dari kiri ke kanan dan dapat melambangkan abjad, tanda baca, angka, tanda musik, simbol matematika dan lainnya. Ukuran huruf Braille yang umum digunakan adalah dengan tinggi sepanjang 0.5 mm, serta spasi horizontal dan vertikal antar titik dalam sel sebesar 2.5 mm.
Nah, sekarang sudah ada Al Quran braille, jadi sudah semakin banyak pula hafidz (penghapal) Al Quran dari kalangan tuna netra. Padahal, menurut pedagog di sekolah, tebalnya Al Quran braille itu hampir sepundak orang dewasa. Subhanallah...
Subscribe to:
Posts (Atom)




